Anies Baswedan Serukan Perubahan Saat Kunjungan ke Cirebon

Cirebon,- Calon Presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon, Sabtu (9/12/2023). Anies yang didampingi istrinya dan rombongan tiba di Keraton Kasepuhan Cirebon pada pukul 16.20 WIB.

Sebelum mengunjungi Keraton Kasepuhan, Anies melakukan kunjungan ke Kabupaten Kuningan dan ke Pondok Pesantren di Cibogo, Argasunya, Kota Cirebon.

Anies yang ditemani oleh mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Herywan itu bertemu langsung Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin. Anies tiba di Keraton Kasepuhan pada pukul 16.20 WIB

Usai bertemu sultan, Anies langsung menjalankan sholat ashar di Langgar Agung Keraton Kasepuhan Cirebon. Kemudian Anis langsung menemui relawan, simpatisan, dan pendukung yang sudah menunggu di Alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan Cirebon.

Dalam orasinya, Anies menyerukan perubahan kepada seribuan relawan, simpatisan, dan pendukungnya. Anies mengatakan sebuah perubahan memerlukan wewenang.

Bahkan, Anies mengenang penutupan diskotik Alexis yang berada di Jakarta saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarat.

“Alexis bisa ditutup cukup dengan selembar kertas dan sebuah tanda tangan,” ujar Anies dalam orasinya.

Selain itu, Anies juga menyingung harga beras yang mahal. Dimana dengan kenaikan harga beras, petani tidak mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga tersebut.

“Sudah saatnya petani kita jadi tuan ruamah di negeri sendiri. Tapi yang tidak kalah penting, koruptor di miskinkan. Negri ini di rusak oleh para koruptor, dirusak oleh orang-orang yang culas, untuk itu perlu perubahan,” katanya.

Para koruptor, kata Anies, telah membuat jutaan orang sengsara. Oleh karena itu, tegas Anies, sudah saatnya mereka-mereka yang tidak bermasalah untuk memimpin KPK.

“Pribadi-pribadi berintegritas dan KPK nya tidak boleh dilemahkan lagi. KPK harus diperkuat, karena itu kita perlu perubahan,” tegasnya. (HSY)

Spread the love
BACA JUGA :  Tahun 2023, Inilah Daftar Kepala Daerah di Jabar yang Akan Lengser

Mungkin Anda juga menyukai