Momen Detik-detik Ceria pada Malam ke-29 Ramadhan di Masjid Al Amiin Tamamaung

Oleh: Abels Usmanji

(Jurnalis & Pemerhati Sosial)

Di sebuah sudut Kota Makassar, tepatnya di Masjid Al Amiin Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Jalan AP. Pettarani ll nomor 20, terdapat sekelompok peserta iktikaf yang tengah bersemangat meraih malam-malam terakhir Ramadan 1445 Hijriah, Senin 8 April 2024.

Pada malam ke-29, kegembiraan dan kekhusyukan terpancar dari wajah-wajah mereka yang berusaha memperoleh Lailatul Qadar, malam yang nilainya melebihi seribu bulan.

Malam ke-29 Ramadan di Masjid Al Amiin Tamamaung bukan hanya sekadar malam biasa. Suasana begitu khusyuk terasa di seluruh penjuru masjid, dengan peserta iktikaf yang tetap semangat dalam ibadah. Mereka datang dari berbagai latar belakang, usia, dan pekerjaan, tetapi pada malam-malam terakhir Ramadan, mereka satu dalam tujuan: meraih malam penuh keberkahan.

Ketika maghrib tiba, aroma hidangan berbuka mulai menyapu seluruh ruangan. Peserta iktikaf bersama-sama menikmati sajian lezat yang telah disiapkan, sambil berbagi cerita dan pengalaman Ramadan mereka. Suasana kebersamaan dan keceriaan terpancar di wajah-wajah yang bersyukur.

Setelah berbuka, fokus kembali beralih pada ibadah. Shalat Maghrib dilanjutkan dengan shalat Isya dan tarawih yang penuh hikmah. Imam masjid Ustadz Taufiq melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan merdu, menggugah hati para jamaah yang hadir.

Ketika larut malam, momen paling dinanti tiba: khotaman Al-Quran. Peserta iktikaf bersama-sama membaca dan mengkhatamkan Al-Quran, menutup bulan Ramadan dengan kebaikan dan keberkahan. Air mata haru pun tak bisa tertahan di beberapa sudut ketika Ustadz Umar Nurung, S.Pdi, Mpd memimpin shalat Malam yaitu shalat Lail dengan suara ciri khasnya. Menyadari betapa berharganya momen ini di penghujung Ramadan, Ustadz Arhan juga memimpin shalat witir.

Semangat bagi peserta iktikaf tak berhenti sampai di situ. Dengan penuh keyakinan, mereka memanjatkan doa-doa terbaik di malam ke-29 ini, memohon ampunan, ridha Allah, dan dipermudah dalam meraih Lailatul Qadar.

BACA JUGA :  Menyatukan Dukungan, di Cirebon Dibentuk Rumah Relawan "Kopi Pagi"

Saat fajar menyingsing, energi para peserta iktikaf masih membara. Mereka menghabiskan sisa malam dengan dzikir dan doa, memperkuat ikatan spiritual mereka dengan Sang Pencipta. Tiap detik, tiap nafas di malam ke-29 Ramadan di Masjid Al Amiin Tamamaung, dirasakan begitu berharga.

Inilah momen detik-detik ceria yang dilalui oleh para peserta iktikaf di Masjid Al Amiin Tamamaung, Makassar, pada malam ke-29 Ramadan. Semoga keceriaan dan kekhusyukan ini menjadi pendorong bagi kita semua untuk tetap istiqamah dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi sepanjang tahun. (*)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai