Pelayanan BFI Finance Makassar Mengecewakan, Debitur Mengaku Dipersulit saat Hendak Melunasi Kredit
Pelayanan BFI Finance Makassar Mengecewakan, Debitur Mengaku Dipersulit saat Hendak Melunasi Kredit
MAKASSAR, – Pelayanan PT BFI Finance Cabang Makassar menuai kecaman setelah seorang debitur mengaku mendapat perlakuan tidak ramah dan dipersulit saat berupaya menyelesaikan tunggakan kredit yang di jalaninya, Ironisnya debitur datang dengan itikad baik untuk melakukan pelunasan, namun justru tidak mendapatkan kepastian layanan, hal ini di ungkapkan inisial DA pada jumat, 30/01/2026 di kantor PT BFI jalan Aroeppala, Makassar.
Debitur berinisial DA menuturkan, kedatangannya ke kantor BFI Finance Cabang Makassar berakhir dengan kekecewaan, Ia mengaku dipingpong oleh petugas keamanan di lantai satu dengan alasan pihak Collection tidak berada di tempat, tanpa diberi alternatif solusi.
“Kami datang baik-baik untuk menyelesaikan tunggakan. Tapi kami hanya disuruh menunggu. Security bilang Pak Zul tidak ada, sementara tidak ada satu pun staf lain yang mau menemui kami,” ujar DA kepada awak media dengan nada kecewa.
DA juga mengungkapkan, dirinya bersama keluarga menunggu cukup lama tanpa kejelasan. Tidak ada penjelasan resmi, tidak ada komunikasi, dan tidak ada upaya penyelesaian yang ditawarkan oleh pihak perusahaan, ujarnya.
“Kendaraan kami ditarik dengan sangat cepat. Tapi saat kami datang untuk melunasi, justru seperti dihindari. Ini pelayanan yang tidak manusiawi dan sangat mengecewakan,” tegasnya.
Ia juga menilai, sikap tersebut bertolak belakang dengan prinsip pelayanan perusahaan pembiayaan dan mencederai motto BFI Finance “Selalu Ada Jalan Bersama”, yang menurutnya tidak tercermin dalam praktik di lapangan.
Menanggapi keluhan tersebut, Zul, selaku Supervisor Collection BFI Finance Cabang Makassar, menyatakan bahwa tindakan penarikan dan penanganan debitur telah dilakukan sesuai dengan sistem internal perusahaan.
“Secara sistem, apa yang dilakukan anggota kami sudah sesuai prosedur. Namun kami akui, dalam hal penyampaian dan pendekatan kepada debitur mungkin kurang tepat dan bisa menimbulkan ketidaknyamanan,” kata Zul.
Sementara itu, Febrian selaku Manager Aset PT BFI Finance Indonesia Cabang Makassar, menegaskan bahwa kendaraan milik debitur tidak berada dalam proses pelelangan dan saat ini masih diamankan oleh perusahaan.
“Unit kendaraan ada di gudang BFI sebagai tempat penyimpanan sementara, bukan di gudang lelang. Unit sudah kami tahan karena debitur menyampaikan niat untuk melakukan pelunasan,” jelas Febrian.
Menurutnya, proses penyelesaian kredit tinggal menunggu tahapan administrasi dan menunggu untuk terbukanya sistem pembayaran, dan kami sudah sampaikan kepada pihak debitur bahwa untuk pelunasannya dijadwalkan pada, Sabtu (31/1/2026) pukul 11.00 WITA.
“Kami menunggu proses persetujuan dan transfer. Dari manajemen sudah ada konfirmasi bahwa pembayaran akan dilakukan pada besok,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan menegaskan pentingnya pelayanan yang tegas namun tetap humanis di sektor pembiayaan.
Sebagai perusahaan terbuka, PT BFI Finance Indonesia dituntut tidak hanya patuh pada sistem internal, tetapi juga menjunjung tinggi etika, transparansi, serta komunikasi yang adil kepada para debiturnya.
Febrian menambahkan bahwa semua dalam pelaksanaannya sudah sesuai prosedur, mulai pemberian surat peringatan pertama hingga ke tiga lalu penarikan unit tidak dalam secara memaksa, ucapnya.
Namun kami sebagai management dari PT Bunas Finance Indonesia BFI cabang Makassar akan selalu melakukan perbaikan baik dalam pelayanan maupun sistem yang ada sekarang ini. (*)
















