Menelisik Desa Karangtawang Kuningan serta Sentuhan Hadirnya OJK melalui Program Desa EKI
ARAHBARU – Desa Karangtawang di Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat merupakan salah satu daerah dengan sebagian besar penduduk yang bergerak di sektor UMKM, diantaranya pengolahan makanan ringan, tukang bakso dan lainnya.
Dengan jumlah penduduk 3.838 jiwa, banyak warga selama bertahun-tahun mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan usahanya. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh warga adalah ketergantungan pada rentenir untuk memperoleh modal usaha, yang sering kali berakhir pada jeratan utang dan hilangnya aset berharga seperti tanah.
“Yang punya duit untuk modal alias rentenir cukup banyak disini,” kata Ahmad salah satu warga Desa Karangtawang.
Tidak adanya edukasi keuangan mumpuni, membuat warga desa kerap kali terjebak dalam lingkaran utang dengan rentenir. Bunga yang tinggi dan sistem pembayaran yang tidak transparan membuat banyak dari mereka harus menjual aset, bahkan tanah mereka, untuk sekedar melunasi utang. Ketidaktahuan akan manajemen keuangan dan kurangnya alternatif permodalan membuat masyarakat desa terjebak dalam situasi ini selama bertahun-tahun.
Keterbatasan pengetahuan tentang pengelolaan bisnis dan keuangan membuat warga desa tidak mampu memahami bagaimana cara memanfaatkan pinjaman secara bijak atau mencari sumber pembiayaan yang lebih aman. Selain itu, mereka juga tidak memiliki pemahaman yang cukup untuk membedakan tawaran yang sah dan menguntungkan dari yang berisiko tinggi.
Sampai akhirnya titik balik untuk lepas dari jerat itu dimulai sejak kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon yang memperkenalkan program edukasi keuangan di Desa Karangtawang dengan program desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI).
Kehadiran OJK tentu membawa angin segar bagi masyarakat yang sudah terjebak dalam utang dengan rentenir. Desa ini dijadikan sebagai pilot project program Desa EKI oleh OJK, di mana edukasi mengenai manajemen keuangan diberikan secara komprehensif kepada para pelaku usaha kecil menengah (UMKM) di desa tersebut.
Kepala OJK Cirebon. Agus Muntholip dan jajarannya beserta puluhan awak media pada Jumat (13/9) secara khusus menjambangi desa Karangtawang disela-sela kegiatan “Journalist Class” untuk bertemu dengan puluhan pelaku UMKM tersebut.
Program Desa EKI ini tidak hanya mengajarkan cara mengelola keuangan dan modal usaha, tetapi juga memberikan pemahaman tentang pentingnya teknologi digital dalam menjalankan usaha, serta bagaimana mengantisipasi penipuan dan informasi hoaks di media sosial dan platform digital lainnya. OJK secara berkala memberikan pelatihan tentang cara memilih produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, serta memperkenalkan berbagai layanan keuangan yang lebih ramah dan aman, seperti lembaga keuangan mikro atau bank.
Dampak hasil dari edukasi keuangan ini mulai terlihat. Sekitar 300 pelaku UMKM di Desa Karangtawang kini lebih memahami pentingnya manajemen keuangan yang baik. Mereka tidak lagi mengandalkan rentenir untuk mendapatkan modal usaha, tetapi mulai memanfaatkan produk-produk keuangan yang lebih aman dan terpercaya, seperti pinjaman dari bank dan lembaga keuangan mikro.
Selain itu, pengetahuan digital yang mereka peroleh membantu mereka untuk memperluas pasar melalui platform online, sehingga pendapatan mereka meningkat secara signifikan.
Dari situlah dampak positif dirasakan ratusan pelaku UMKM Desa Karangtawang, selain maju secara ekonomi dengan mulai merangkaknya ekonomi keluarga, warga pun kini lebih cerdas dalam menyikapi era digitalisasi.
Edukasi keuangan tidak hanya membantu warga desa Karangtawang keluar dari jeratan utang, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal. Dengan manajemen keuangan yang lebih baik, warga mampu menyimpan sebagian keuntungan untuk pengembangan usaha, mengelola risiko dengan lebih bijak, dan merencanakan masa depan mereka secara lebih terstruktur.(Dms)

















