3 Soft Skill yang Mesti Dimiliki untuk Menjadi Ahli farmasi atau Apoteker
ARAH BARU – Artikel ini berisi informasi mengenai Persatuan Ahli Farmasi Indonesia yang telah berkembang pesat. Salah satunya di Kabupaten Pidie Jaya yang dikutip dari pafikabpidiejaya.org.
Simak selengkapnya pada artikel ini untuk ketahui 3 soft skill yang perlu dimiliki untuk menjadi seorang apoteker.
Menjadi seorang apoteker tidak hanya memerlukan hard skill yang mumpuni, tetapi juga soft skill yang dapat menunjang tugas-tugas kefarmasian.
Calon apoteker perlu memahami kewenangan sebagai penanggung jawab teknis di fasilitas produksi, distribusi, dan pelayanan sediaan farmasi.
Ilmu dasar mengenai standar mutu produksi, distribusi, dan pelayanan sediaan farmasi diperoleh melalui perkuliahan maupun praktik kerja profesi apoteker (PKPA).
Hard skill seperti Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), dan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit/apotek adalah keterampilan yang wajib dimiliki.
Namun, selain hard skill, ada beberapa soft skill yang juga sangat penting untuk dikuasai oleh seorang ahli farmasi maupun apoteker.
Soft skill ini sebaiknya mulai diasah sejak pendidikan di level universitas, terutama bagi calon apoteker dari generasi Z.
1. Digital Literacy
Digitalisasi tidak dapat dihindari di era sekarang. Apoteker harus terus meng-upgrade dirinya dalam hal digitalisasi, termasuk literasi digital.
Informasi terkait dunia kefarmasian berkembang sangat cepat, sehingga literasi digital menjadi penting untuk tetap mengikuti perkembangan terbaru.
2. Communication
Dalam pekerjaannya, apoteker akan terus berinteraksi dengan berbagai pihak, baik secara verbal maupun non-verbal. Interaksi ini melibatkan pasien, rekan sejawat, dan tenaga kesehatan lainnya.
Kemampuan komunikasi yang baik membantu apoteker membaca situasi, bernegosiasi, mengambil keputusan, dan berkomunikasi dengan orang awam dengan bahasa yang tepat.
3. Critical Thinking (Problem Solving)
Apoteker harus bisa berpikir kritis dan fokus pada usaha preventif, terutama dalam menyusun sistem mutu.
Saat menghadapi masalah, apoteker diharapkan mampu menganalisis dan mengevaluasi tindakan perbaikan dan pencegahan yang diperlukan.
Demikian informasi mengenai 3 soft skill yang perlu dimiliki untuk menjadi seorang apoteker.*


















