Ketika Suhendrik Diskusi Dengan Gen-Z Kota Cirebon, Paslon BERES Jadi Jalan Meniti Asa

ARAHBARU, Cirebon – Calon Wakil Walikota Cirebon nomor urut 2 Suhendrik, terlibat diskusi hangat dengan puluhan pemilih pemula yang dikenal dengan sebutan Generasi kekinian (Gen-Z).

Pertemuan dengan kaum Gen-Z ini tak sekedar pertemuan seremoni antara seorang calon pemimpin daerah dengan calon pemilihnya, tapi lebih tepatnya sebuah diskusi kecil tapi punya arah besar untuk kemajuan Kota Cirebon menyongsong Indonesia emas 2045 mendatang. Terlebih Gen-Z inilah yang nanti bakal menikmati hasil pembangunan puluhan tahun ke depan.

Banyak hal yang yang disampaikan penghuni Gen-Z ini yang semuanya tentang sebuah harapan. Mulai dari isu-isu lingkungan (iklim), persoalan penataan pembangunan, kondisi sosial, ketersediaan lapangan pekerjaan, masih miskinnya ruang publik untuk berkreasi, sampai pada perlunya perhatian terhadap keberadaan guru mengaji yang selama ini dirasakan sangat minim sentuhan perhatian dari pemerintah. Padahal keberadaan guru ngaji secara tidak langsung punya andil besar dalam membangun akhlak dan budi pekerti generasi muda.

“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi atas apa yang mereka sampaikan, lebih khusus lagi pada adik-adik Gen-Z yang berani menyampaikan tentang isu-isu lingkungan,” kata Suhendrik usai pertemuan disalah satu lokasi di bilangan Jalan Ciremai Raya, Jumat (10/10) malam.

Suhendrik yang menjadi wakil dari Paslon nomor 2 dengan jargon BERES ini menjelaskan, dari semua yang sampaikan, secara garis besar sudah masuk ke dalam 21 program Paslon BERES yang tentunya bakal ditunaikan jika nanti dipercaya memimpin Kota Cirebon untuk lima tahun ke depan. “21 program BERES yang kami canangkan itu sebenarnya sudah mengakomodir keinginan mereka ini, tinggal kemudian memaksimalkan supaya program itu terlaksana dengan baik,” katanya.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Terminal Kelas l Simbuang Mamuju

Figur yang disematkan sebagai perwakilan anak muda pada diri Suhendrik jelas menjadi modal tersendiri bagi dirinya agar bisa menyelami asa dari sudut pandang Gen-Z. dilain pihak Gen-Z pun juga merasa tidak canggung atau ragu untuk menyampaikan keinginannyq. Sehingga Suhendrik bisa lebih banyak menampung apa yang mereka harapkan.

Kepada para pemuda ini, Suhendrik sempat memberikan tips dan saran yang tentunya tidak jauh dari pengalaman hidupnya. Menurutnya semua orang pasti punya mimpi atau harapan agar kehidupan menjadi lebih baik secara ekonomi. “Jauhkan rasa gengsi untuk melakukan suatu pekerjaan, karena kita tidak tahu akan jadi apa kita kedepannya. Intinya jalani dan nikmati saja takdir awalmu,” kata Suhendrik.

Hal terakhir yang disampaikan Suhendrik yakni berkait dengan kemajuan sebuah daerah (termasuk Kota Cirebon) dalam hal memperbanyak penyediaan lapangan pekerjaan. Menurutnya untuk menanggulangi persoalan ini tidak bisa dijawab dengan mengandalkan kegiatan rutin saja, tapi harus dijawab dengan terobosan dan inovasi.

“Diantaranya harus bisa mengandeng atau membina sebuah kerjasama dengan pelaku usaha. Tentu saja harus ada keberanian, membuat lompatan besar. Jika tidak ada keberanian maka kita akan semakin tertinggal,” pungkasnya.(Dms)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai