BPBD Kota Cirebon Bersih-Bersih Jalan Sudarsono, Upaya Antisipasi Banjir di Musim Hujan

CIREBON, Arahbaru – Dalam upaya mencegah bencana banjir di musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon bersama berbagai pihak melaksanakan kegiatan bersih-bersih di Jalan Sudarsono, Kecamatan Kesambi, Selasa (19/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Andi Wibowo, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan status Siaga Darurat Banjir, Banjir Bandang, dan Tanah Longsor sejak Oktober 2024 hingga Mei 2025. Salah satu langkah mitigasi yang dilakukan adalah membersihkan sampah serta saluran air di titik-titik rawan genangan.

“Kesiapsiagaan bencana sudah kita mulai dengan menetapkan SK siaga bencana. Hari ini, kita fokus membersihkan saluran air di Jalan Sudarsono, yang memang sering mengalami genangan saat hujan deras. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi rutinitas bersama, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tetapi juga masyarakat,” ujar Andi Wibowo.

Dalam aksi bersih-bersih ini, BPBD Kota Cirebon bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (DKIS), Camat Kesambi, lurah se-Kecamatan Kesambi, serta Kepala UPT DPRKP..

Tidak hanya di Jalan Sudarsono, kegiatan serupa akan dilakukan di sejumlah wilayah yang sering terdampak banjir, yakni Kecamatan Pekalipan pada Jumat, Kecamatan Kejaksaan pada Minggu, Kelurahan Pulasaren di Kecamatan Harjamukti pada Selasa, serta Kecamatan Lemahwungkuk pada Kamis mendatang.

“Berdasarkan catatan kami, ada lima kecamatan yang kerap mengalami banjir. Oleh karena itu, kami lakukan pembersihan secara bertahap agar saluran air tetap berfungsi dengan baik,” tambah Andi.

Bencana banjir menjadi salah satu permasalahan yang cukup serius di Kota Cirebon, terutama akibat cuaca ekstrem yang kerap menyebabkan pohon tumbang dan rumah ambruk. Oleh karena itu, kegiatan bersih-bersih ini menjadi langkah penting dalam mitigasi bencana agar dampak banjir bisa diminimalisir.

BACA JUGA :  Pengadilan Tinggi Jawa Barat Mengambil Sumpah Advokat PERWADI Angkatan V

Masyarakat diimbau untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air. Kolaborasi antara pemerintah dan warga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.(Dms)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai