Targetkan Seluruh Dosen Bergelar Doktor, Rektor Berikan Potongan 25% bagi Alumni Lanjutkan S2

ARAHBARU Cirebon – Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon Prof. Dr. H. Achmad Faqih, S.P., M.M menargetkan pada lima tahun ke depan seluruh dosen UGJ sudah bergelar doktor. Hal itu tentu saja melihat besarnya tantangan ke depan yang begitu kompleks sehingga dibutuhkan tenaga pengajar handal.

“UGJ Cirebon tentu punya tujuan dan harapan kedepannya, karenanya kami menargetkan 5 tahun ke depan seluruh dosen UGJ sudah bergelar doktor,” ungkap Rektor Achmad Faqih.

Untuk mempercepat target pencapaian itu, maka pihak rektorat akan memberikan kelonggaran dan mempermudah kepada para alumni untuk melanjutkan pendidikan S2.

“Khusus kepada alumni yang melanjutkan S2 ke UGJ ada bantuan biaya pendidikan berupa potong 25% UKT,” kata Rektor UGJ saat mewisuda 1.001 mahasiswa UGJ tahun akademik 2023/2024.

Dalam sambutannya, Rektor UGJ Cirebon, Prof. Dr. H. Achmad Faqih, S.P., M.M mengungkapkan wisuda periode Januari 2024 merupakan pelaksanaan wisuda yang ke 70.

Wisuda Periode Januari 2024 (ke-70) yang merupakan rangkaian Dies Natalies ke-63 menambah jumlah lulusan UGJ menjadi 40.385 orang sejak berdiri pada tahun 1961.

“Pada kegiatan wisuda periode ini, UGJ melantik sarjana, profesi dokter, dan magister dengan rerata masa studi cukup cepat yakni kurang dari 4,3 tahun untuk program sarjana, dan 3,0 tahun untuk magister,” ujarnya.

Karenanya, Rektor Achmad Faqih berpesan, dengan gelar baru yang diraih para wisudawan, maka ada tanggung jawab yang harus diemban. Yakni, memberikan sumbangsih keilmuan kepada masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Kalian adalah generasi unggul, yaitu generasi kreatif, inovatif, dan terampil dalam kerja teknis serta kepemimpinan. Generasi yang lahir di tengah perkembangan teknologi dan komunikasi yang pesat, sehingga memiliki peluang besar untuk sukses di era digital,” ujarnya.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Buka ASEAN IlDC, Harus Jadi Teladan Toleransi dan Persatuan

Seiring dengan perjalanan penyelesaian studi, lanjut Rektor Achmad Faqih, saat ini bangsa Indonesia menghadapi tantangan era digital dan society 5.0 secara bersamaan. Integrasi keterampilan abad ke-21, seperti pemecahan masalah, kreativitas, dan pemikiran kritis yang dikemas dalam kurikulum tuntutan pasar kerja terus berubah.

“Dalam menghadapi hal tersebut, alumni UGJ Cirebon harus dapat membentuk karakter, moral, dan etika yang dapat menjadi landasan tak tergantikan. Selain itu, juga harus siap untuk terus belajar di tengah perubahan teknologi yang cepat atau biasa kita sebut sebagai pembelajaran seumur hidup,” ujarnya.(dms)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai