Site icon Arah Baru

Melihat Rekam Jejak. Ada apa dengan Andi Tenri Walinonong

Melihat Rekam Jejak. Ada apa dengan Andi Tenri Walinonong

BONE, – Kejadian yang menuai sorotan diberbagai media yang kini viral di lihat seperti dialami Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong ternyata memiliki rekam jejak kontroversial usai disorot atas sikap kasarnya yang melempar kue dan menyiram air ke wajah stafnya, Yuli Nofita Sari (29) di depan umum. Andi Tenri pernah berkonflik dengan rekan sesama legislator hingga berseteru dengan Pemkab Bone.

Diketahui, Andi Tenri terpilih menjadi anggota DPRD Bone usai meraih 7.828 suara pada Pileg 2024. Perempuan berusia 32 tahun itu kemudian ditunjuk Partai Gerindra sebagai Ketua DPRD Bone periode 2024-2029 hingga resmi dilantik pada 31 Oktober 2024 lalu.

Selang hampir dua tahun memimpin DPRD Bone, kinerja Andi Tenri mendapat berbagai sorotan atas berbagai kebijakannya yang memicu polemik. Terbaru, Andi Tenri dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan usai melempar kue ke wajah stafnya perkara kue untuk tamu pada Rabu (22/7/2026).

Seperti yang Dirangkum pada salah satu media, berikut rekam jejak kontroversial Andi Tenri selama menjabat Ketua DPRD Bone:

Sekwan Batal Dilantik gegara Tak Direstui Andi Tenri

Andi Tenri sempat menolak memberi restu kepada Faidah untuk menjadi Sekretaris DPRD Bone. Faidah yang saat itu berstatus pelaksana tugas (plt) sekretaris dewan (sekwan) tidak mendapat rekomendasi untuk didefinitifkan lantaran dianggap tidak pernah menjalin komunikasi.

Faidah mulanya dijadwalkan dilantik bersama 5 pejabat eselon II Pemkab Bone di Aula Lateya Riduni, Komplek Rujab Bupati Bone, Rabu (16/7/2025). Pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi lelang jabatan pimpinan tinggi pratama Pemkab Bone.

Faidah yang sedianya masuk daftar undangan ternyata batal dilantik karena surat rekomendasi dari ketua DPRD Bone tak kunjung terbit. Andi Tenri menuding Faidah tidak pernah berkomunikasi hingga nama Faidah disebut tiba-tiba diajukan menjadi sekwan.

“Tidak mungkin dong, saya tiba-tiba mau kasih rekomendasi tanpa pernah ketemu dengan saya. Saya secara pribadi yang nyata-nyata satu kantor, tidak pernah menghadap sama saya,” ungkap Andi Tenri kepada wartawan, Rabu (16/7/2025).

Faidah kala itu telah mendapat rekomendasi dari pimpinan fraksi DPRD Bone lain. Namun Andi Tenri merasa mendapat perlakuan yang berbeda dari Faidah.

“Sedangkan saya selaku ketua DPRD tidak pernah diajak komunikasi. Pasti saya bertanya-tanya kenapa ibu sekwan tidak pernah menghadap sama saya, di sisi lain kita ini satu atap,” jelasnya.

Andi Tenri pun meminta posisi sekwan untuk dilelang ulang. Namun Pemkab Bone mengklaim tidak memiliki dasar memenuhi permintaan itu lantaran penunjukan Faidah sudah melalui konsultasi dan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Polemik ini sempat bergulir selama hampir tiga bulan hingga akhirnya Faidah resmi dilantik menjadi sekwan DPRD Bone pada Senin (6/10/2025). Pelantikan ini merujuk pada surat rekomendasi hasil seleksi terbuka jabatan Sekretaris DPRD Kabupaten Bone dengan Nomor: 08110/R-AK.02.03/SD/K/2025 tertanggal 9 Juli 2025. (*)

Spread the love
Exit mobile version