Masuk Penjaringan Bacalon Walikota dari PDIP, Panji Amiarsa Usung Program Penguatan Ekonomi Melalui Budaya dan Sejarah

ARAHBARU – Panji Amiarsah, politisi yang juga advokad senior di wilayah Cirebon, secara resmi mendaftar penjaringan bakal calon Walikota Cirebon melalui kendaraan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Panji datang ke Kantor DPC PDIP Kota Cirebon, diiringi sejumlah advokad lainnya yang kompak mengenakan kemeja panjang berwarna putih.

Menurut Panji yang menduduki posisi Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan (Dirut PDP) Kota Cirebon ini, dirinya bertekad setelah mendapat restu dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPC PDIP Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati, serta Nasruddin Azis (mantan Walikota Cirebon).

“Saya menghargai masukan dan saran dari ketua DPC PDIP, Fitria Pamungkaswati, termasuk bapak Nasruddin Azis, untuk saya bisa ikut bersama-sama teman-teman untuk ambil bagian membangun, dan optimisme mengambil kepemimpinan daerah lewat PDIP,” ujar Panji.

Panji juga menekankan tentang pentingnya solidaritas di dalam partai, mengingat PDIP memiliki mesin partai yang sudah teruji dan mengakar di akar rumput.

“Tinggal bagaimana membangun paradigma, menghimpun kekuatan, bersatu dan solid untuk mensukseskan nanti,” tambahnya.

Terkait dengan program yang akan dibawa dalam pencalonannya, Panji berkomitmen untuk melanjutkan sejumlah program yang sudah dilaksanakan oleh pemerintahan sebelumnya, serta menyelesaikan program-program yang belum tertunaikan.

Selain itu, ia juga ingin menjadikan Cirebon sebagai kota yang jaya, dengan memanfaatkan potensi budaya dan sejarah yang kaya di daerah tersebut. Memajukan budaya yang signifikan tentunya akan berimplikasi terhadap penguatan ekonomi.

Panji memang berniat menjadikan Kota Cirebon sebagai Kota Budaya bertujuan untuk mengangkat perekonomian daerah melalui basis potensi nilai-nilai budaya dan sejarah yang ada di Kota Cirebon.

Intinya harus ada pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah yang terus ditingkatkan melalui ruang optimalisasi budaya yg mendapatkan intervensi dari pemerintah.

BACA JUGA :  Silaturahmi dan Koordinasi Jasa Raharja Sulsel di RS Hermina Makassar

“Saya ingin menjadikan Cirebon sebagai kota budaya, karena potensi Cirebon justru dari budaya dan sejarah. Ada Undang-Undang pengelolaan kebudayaan, ada Undang-Undang cagar budaya ini bisa menjadi modal untuk diturunkan dalam regulasi daerah untuk kemudian bisa mengangkat potensi daerah perekonomian daerah berbasis dari peningkatan budaya dan sejarah,” paparnya.

Lebih lanjut Pandji menegaskan bahwa dirinya siap untuk mengikuti aturan yang ada dan berharap tidak ada perpecahan yang dapat mengganggu kompetisi.

“Siapapun dia yang akan merekomendasikan DPP, maka mereka harus paksakan. Dan ikut aturan itu, diharapkan tidak ada sempalan yang tersisa yang mengganggu kompetisi,” tegasnya.

Dengan pengalamannya dan dukungan dari berbagai pihak, Pandji Amiarsa optimis dapat memberikan kontribusi yang baik bagi Kota Cirebon jika terpilih menjadi kepala daerah.(dms)

Spread the love

Mungkin Anda juga menyukai