ARAHBARU – Jendela komunikasi institusi kepolisian Resot Cirebon Kota (Polres Ciko) dengan masyarakat Kota Cirebon kini sudah terbuka lebar. Jendela itu bernama “Lapor Kapolres Bae”, sebuah inovasi sederhana namun sarat makna yang dilahirkan oleh Polres Cirebon Kota. Program ini bukan sekadar jalur komunikasi, tetapi sebuah pelita yang menembus sekat antara rakyat dan penegak hukum.
Melalui nomor telepon yang terbuka 24 jam, masyarakat kini memiliki akses langsung untuk menyampaikan keluh kesah, harapan, bahkan sekadar berbagi cerita dengan kepolisian. Apa pun bentuknya, sekecil apa pun permintaannya, suara rakyat tak lagi menggema di ruang hampa. Dan dari puluhan chat masuk di balik layar ponsel itu, ada seorang pemimpin yang mendengar dengan hati.
AKBP Eko Iskandar, sosok yang kini menakhodai Polres Ciko, bukan hanya seorang penegak hukum, tetapi juga seorang sahabat bagi mereka yang butuh didengar. Lahir dan dibesarkan dalam disiplin ketat kepolisian, ia memahami bahwa menjaga keamanan bukan hanya soal patroli dan penangkapan, tetapi juga tentang merangkul, mengayomi, dan melayani dengan hati.
Buktinya? Bukan sekadar laporan kriminal yang masuk ke “Lapor Kapolres Bae”. Dari puluhan chat yang masuk padahal baru satu hari dilauncing, ada yang sekadar memberi informasi, dan ada pula seorang pemuda bernama Rio Prayoga yang mengirim pesan dengan harapan kecil: sebuah ucapan ulang tahun dari sang Kapolres. “Permintaan pemuda bernama Rio itu masuk ke nomor program yang baru kami luncurkan,” kata AKBP Eko Iskandar, Kamis malam (31/1).
Sebuah Ucapan, Sebuah Makna
Hari itu, Rio berulang tahun ke-18. Usia yang bagi sebagian orang menandai awal kedewasaan, sebuah perlintasan dari remaja menuju masa depan yang lebih bertanggung jawab. Tapi bagi Rio, ada satu hal kecil yang ingin ia dapatkan—sebuah ucapan selamat dari sosok yang ia kagumi:polisi.
Pesannya sederhana, tetapi menyentuh. Dengan hati penuh harap, ia mengetikkan kata demi kata, mengungkapkan rasa hormatnya pada mereka yang setiap hari menjaga ketertiban, berdiri di tengah malam yang sepi, dan tak mengenal lelah dalam tugasnya.
“Pak/Bu Polisi yang saya kagumi, hari ini adalah hari spesial bagi saya. Saya ingin sekali mendapatkan ucapan ulang tahun dari Bapak/Ibu, bahkan jika memungkinkan dalam bentuk video. Saya yakin, bagi Bapak/Ibu mungkin ini hanya hal kecil, tetapi bagi saya, ini adalah hadiah yang akan saya kenang selamanya.” Isi chat Rio.
Pesan itu sampai ke tangan Kapolres. Dan di tengah kesibukannya yang tak henti-henti, AKBP Eko Iskandar membaca setiap kata dengan senyum. Tidak ada laporan kriminal dalam pesan itu, tidak ada aduan yang mendesak. Hanya sebuah permintaan dari seorang anak muda yang ingin merasa dihargai dan diperhatikan. Dan ia pun mengabulkannya.
Kapolres Ciko kemudian meminta anggotanya untuk membuatkan video ucapan ulang tahun bagi Rio. Setelah selesai, video ucapan ulang tahun itu dikirimkan ke Rio. Barangkali, bagi dunia yang sibuk, ini hanya sekelebat momen kecil yang tak berarti. Tapi bagi Rio, ini adalah pengakuan bahwa dirinya didengar, bahwa ia bagian dari masyarakat yang dilindungi dan disayangi oleh mereka yang berbaju seragam itu.
Kapolres AKBP Eko Iskandar memahami satu hal yang tak semua orang sadari: tugas polisi bukan hanya tentang menangkap penjahat, tetapi juga menjaga harapan. Dalam setiap laporan yang masuk, ada cerita hidup seseorang. Dan dalam setiap tanggapan yang diberikan, ada peluang untuk menjadikan dunia ini sedikit lebih baik, sedikit lebih manusiawi.
Dengan “Lapor Kapolres Bae”, masyarakat kini tahu bahwa polisi bukan sekadar penjaga hukum, tetapi juga penjaga hati. Mereka ada di sana, bukan hanya saat keadaan genting, tetapi juga dalam momen-momen kecil yang mungkin tampak remeh, namun berarti besar bagi mereka yang mengalaminya.
Dan di tengah segala hiruk-pikuk dunia, ada satu pemuda bernama Rio yang akan selalu mengingat hari itu. Hari ketika polisi bukan hanya menjadi pelindung, tetapi juga sahabat.(Dms)

